Profesionalisme

Ketika Indonesia mengalami gencarnya perubahan sosial, ekononomi, dan politik di dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa, proses demokratisasi di negeri ini menyebabkan masyarakat tidak lagi bertindak sebagai obyek perubahan yang pasif.  Kita semua menjadi warga yang aktif dan kritis. Situasi seperti ini menuntut perencana pembangunan untuk mempertimbangkan kompleksitas konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia yang majemuk ke dalam perencanaannya.

Jika perbaikan pengetahuan Antropologi merupakan tugas yang diemban oleh 23 Jurusan Antropologi yang ada di berbagai universitas di Indonesia, maka bidang penguatan profesional di dalam AAI bertanggung-jawab untuk mendorong terciptanya partisipasi aktif para antropolog di dalam dunia profesional.

Tercakup di dalam tanggung-jawab ini adalah standardisasi ketrampilan, pengetahuan dan etika kerja bagi para praktisi antropologi di Indonesia

Melangkah ke depan, tugas ini dilakukan dengan menetapkan standar pengetahuan dan ketrampilan para Antropolog, serta menetapkan etika profesi yang efektif sebagai panduan para antropolog yang bekerja dengan dan untuk lembaga pemerintah, perusahaan swasta maupun organisasi kemasyarakatan.

Bersamaan dengan itu, kita semua menyaksikan meningkatnya kebutuhan akan pengetahuan antropologis dan partisipasi aktif para antropolog profesional di dalam berbagai perubahan yang sedang berlangsung.

Untuk lima tahun ke depan, ada tiga kegiatan yang akan menjadi fokus bidang penguatan profesional AAI:

Mengembangkan pengetahuan dan alat analitis yang relevan dengan kebutuhan praktisi antropologi di berbagai bidang profesional

Membangun pedoman etika kerja dan standar-standar ketrampilan di berbagai bidang kegiatan profesional yang banyak diminati oleh para lulusan antropologi

Mempersiapkan lulusan dan praktisi antropologi untuk menjadi lebih aktif dan efektif menyumbangkan pengetahuan dan ketrampilannya di dalam berbagai bidang profesional